Beranda » Resensi » Resensi Novel Suluk Rindu

Resensi Novel Suluk Rindu

T Diposting oleh pada 10 June 2020
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 173 kali

[info]Penulis Resensi : Jabir Pokeryo[/info]

Judul : Suluk RinduPenulis : Imam Sarozi
Penerbit : Stelkendo Kreatif
Tebal buku : vi + 188 hlm; 14 x 20 cm
Cetakan : I, Mei 2020
ISBN : 978-623-92259-5-7

Sinopsis :

Suluk Rindu merupakan novel karya Imam Sarozi yang menceritakan tentang seorang budak cinta yang hampir gila karena ditinggal mati kekasihnya. Ia mengembara mencari kekasihnya yang telah mati. Namun dalam pencarian itu, ia bertemu dengan sesosok manusia misterius yang pada akhirnya merubah seluruh jalan hidupnya.
Janardhana, seorang yatim piatu sejak kecil. Ia tidak memiliki siapa-siapa kecuali kakeknya. Bersama kakeknya, ia diajari banyak hal termasuk tentang agama. Suatu hari, Janardhana dibuat jatuh tak berdaya kala melihat sesosok wanita dengan tatapan indah penuh makna. Seketika itu ia jatuh cinta.

Wanita itu bernama Rukmini, putri dari tetua kampung. Lahir dari seorang ibu yang tak sungguh-sungguh dicintai ayahnya, membuat Rukmini dibenci oleh ayahnya sendiri. Hal itu merupakan beban bagi hidupnya. Dan juga kelak menjadi sebab ia jatuh sakit, sebelum akhirnya benar-benar mati meninggalkan semuanya, termasuk Jarnadhana kekasihnya.
Kepergian Rukmini membuat Janardhana hancur. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Rukmini kekasihnya itu benar-benar mati. Besar rasa cintanya, membuat ia tak mampu berpikir sehat lagi. Tak ada waktu sedetikpun baginya tanpa mengingat Rukmini. Semua itu membuat penduduk kampung mulai mengira bahwa ia sudah gila. Ada yang merasa iba, ada juga yang mencela.
Pada akhirnya Janardhana memutuskan untuk mengembara, mencari tempat kekasihnya berada. Seakan-akan ia sendiri tahu di mana tempat setelah kematian. Hari demi hari terus berlalu, begitu juga dengan Janardhana yang terus berkelana, dari suatu tempat ke tempat lainnya. Namun yang dicari tak kunjung ditemukan, hingga ia mulai berprasangka buruk terhadap Tuhannya. Ia menganggap bahwa Tuhan tidak pernah adil.

Perjalanan tersebut membuatnya lelah fisik dan batin. Ia merasa tak kuat lagi menanggung semuanya, dan memutuskan untuk bunuh diri. Ia melompat ke jurang dengan harapan dirinya akan mati dan bisa segera bertemu dengan Rukmini kekasihnya. Namun bunuh diri itu sia-sia, ia tidak mati.
Setelah membuka mata, Janardhana bingung melihat dirinya masih hidup dan berada dalam goa. Kebingungan itu seketika terjawab, ketika melihat sesosok manusia yang tak ia kenal mendekatinya dan menjelaskan banyak hal kepadanya. Sosok itu membimbingnya ke jalan menuju Tuhan. Setelah ilmunya dirasa cukup, Janardhana disuruh melakukan perjalanan untuk berziarah ke makam para wali dan berdakwah kepada masyarakat.

Dalam perjalanan tersebut, Janardhana tiba di suatu perkampungan. Di kampung itulah kelak ia berdakwah dan di kampung itu juga, ia dipertemukan dengan seorang wanita bernama Ambar Arum, anak dari tetua kampung di situ. Ambar Arum ternyata diam-diam mencintainya, Dan pada akhirnya cinta itu membawanya hampir dihukum mati. Namun apakah ia juga mencintai Ambar Arum? dan berpaling dari cinta lamanya Rukmini? Tidak, karena cinta sejatinya hanyalah Rukmini dan Sang Pencipta.

Kelebihan/kekurangan :

Kelebihan :

  1. Mengandung banyak pelajaran tentang ketuhanan dan cinta
  2. Enak dibaca karena bahasa yang mudah dipahami, sehingga pesan yang disampaikan juga dapat terserap dengan baik.
  3. Dihiasi dengan sajak-sajak yang indah.

Kekurangan :

  1. Perpindahan sudut pandang orang pertama kadang membuat sedikit bingung.
  2. Masih terdapat banyak ejaan kata yang salah.

Belum ada Komentar untuk Resensi Novel Suluk Rindu

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Resensi Novel Suluk Rindu

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.